Waspadai Scam Piala Dunia!


Turnamen sepak bola paling bergengsi, Piala Dunia (World Cup) 2010, tepatnya pada 11 Juni mendatang  akan segera digelar.

Dengan hadirnya Piala Dunia, maka 3.1 juta tiket akan terjual. Selain itu, akan ada lebih dari 400 juta orang diseluruh dunia yang menonton setiap pertandingan di televisi. Banyak pula penggemar yang memanfaatkan internet untuk mencari tiket, akomodasi, maupun penerbangan.  Namun, hati-hatilah. Pasalnya penjahat cyber seperti spammer atau scammer sudah bersiasat untuk menyerang para pengguna internet dengan memperalat Piala Dunia.

Penyedia layanan keamanan internet, Symantec pun membeberkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Melalui situs www.2010netthreat.com, Symantec menyajikan data, komentar, tip keamanan dan link yang berguna untuk para fans sepak bola yang mencari berita di internet, tiket, dan informasi mengenai turnamen tersebut.

Paul Wood (senior analyst di Symantec Hosted Services), menuturkan bahwa turnamen sepak bola terbesar dunia ini akan menarik minat lebih dari 1 miliar penggemar, termasuk para penjahat cyber. “Menurut sejarah, acara-acara olahraga yang berskala besar seperti ini akan menyebabkan adanya peningkatan jumlah ancaman cyber,” terang Wood.

“Serangan phising meningkat 66% selama Olympiade di Beijing pada 2008. Fakta mengenai  diletakkannya dua kabel komunikasi bawah laut di pantai Afrika Selatan bulan Juli lalu juga memperburuk tingkat ancaman tersebut. Sejarah menunjukkan bahwa aktifitas jahat meningkat pada suatu negara menyusul tersedianya bandwidth baru,” imbuh Wood melalui keterangan tertulis.

Oleh karenanya, pengguna harus berhati-hati. Serangan yang disebut scam 419, spam, dan phising ini akan menyaru dan merayu pengguna internet melalui penawaran istimewa terkait event tersebut. Untuk menghindarinya mudah saja. “Aturannya adalah, jika suatu terlihat sangat mustahil untuk jadi kenyataan, maka mungkin saja itu scam,” beber Gordon Love (Africa Regional Director, Symantec).

Penjahat cyber tersebut bahkan ada yang sampai mengorek-orek informasi pribadi pengguna, berikut nomor rekening bank, dan nomor kartu kredit demi menguras uang sang pengguna. Situs-situs yang menghimbau kewaspadaan terhadap scam atau spam pun merajalela.

Tak kehabisan akal, para penjahat cyber lantas meracuni pengguna dengan menampilkan situs web palsu mereka di tingkat pertama hasil pencarian. “Pengguna biasanya berasumsi bahwa situs-situs yang muncul pertama kali merupakan situs yang sah/asli, dan mungkin meng-klik situs-situs tersebut tanpa terlebih dahulu mengecek sumbernya,” pungkas Love. Jadi, waspadalah!

Sumber : InfoKomputer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s